Tentang Kami

29 Maret 2015

Memanen Saldo Tabungan Kebahagiaan



Oleh :Estrina Maya, M. Psi, Psikolog
 Pecinta Psikologi Positif dan agen kesehatan mental



sumber : investment4all.co.uk



Tabungan, hampir semua manusia ingin memiliki tabungan yang banyak nominal saldonya. Tabungan yang bisa memberikan jaminan ketenangan, yang bisa diandalkan, dan diambil sewaktu dibutuhkan. Tabungan juga menjadi salah satu alasan manusia untuk tersenyum bahagia. Tabungan untuk anak bahkan sudah dibuatkan para orangtua sejak anaknya masih balita untuk membantu memenuhi kebutuhan masa depannya. Anak-anak juga menabung imun di dalam dirinya dalam bentuk imunisasi yang berguna untuk memperkebal daya tahan anak. Jadi pada dasarnya, sebagian besar makhluk membutuhkan tabungan.
Jika kita menyiapkan tabungan untuk mensejahterakan fisik dengan sebegitu rupa, lantas bagaimana dengan jaminan kesejahteraan jiwa kita? Pengalaman positif tidak menjadi faktor tunggal yang mengisi hidup kita. Jiwa juga membutuhkan jaminan kesejahteraan. Artinya kita harus menyiapkan “tabungan” jiwa yang bisa sewaktu-waktu diambil saat genting. Ketika ada runtutan pengalaman negatif yang menghampiri, kita bisa membuka tabungan pengalaman positif agar bisa memperkuat kondisi kita. Rekening tabungan tersebut terdapat di Bank Kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak terbatas pada ruang, waktu, ataupun kejadian spesifik yang kita alami. Bahagia adalah suatu kondisi jiwa serta emosi yang bisa kita rasakan dimanapun1. Kebahagiaan juga tidak hanya terkait dengan materi, kesuksesan ataupun jabatan. Kebahagiaan berbicara mengenai bagaimana bagian dari kepribadian kita juga memiliki peran signifikan untuk menciptakan kebahagiaan, seperti optimis, tanggungjawab, dan berpikir positif. Salah satu faktor terkuat penentu kebahagian yaitu kontrol dari pikiran3 serta rasa syukur. Kontrol pikiran terkait bagaimana kita memaknai dan mencari alternatif berpikir positif untuk setiap peristiwa yang kita alami. Sementara itu, syukur menjadi salah satu hasil dari berpikir positif untuk menjaga kebahagiaan4. Jadi, sebenarnya kita adalah produsen dari kebahagiaan.
Hasil riset yang dilakukan terhadap remaja dan orang dewasa di Amerika menunjukkan lebih dari 90% responden yang mengekspresikan rasa syukurnya mampu untuk merasa lebih bahagia5. Bersyukur merupakan pilihan, pilihan untuk mau menyadari nilai lebih yang terkandung dalam suatu peristiwa6 dan tidak membandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain. Rasa syukur terbukti berkorelasi dengan tingginya aktivitas hipotalamus di otak yang memiliki kontrol besar untuk meningkatkan imun di tubuh dan menurunkan level stres7. Perasaan syukur juga membuat detak jantung lebih tenang sehingga aktivitas cardiovaskular menjadi lebih teratur8.
Sehat sekali ya bahagia itu ternyata. Jadi nunggu apalagi? Ayoo segara kita buka rekening tabungan kebahagiaan kita. Rajin menabung kebahagiaan pangkal kaya hati dan kesehatan. Kita bisa jadi duta penyebar virus kebahagiaan juga. Let’s play some challenges ;). Dimulai dari kita sendiri, lalu ajak satu atau dua teman untuk mengisi tabungan kebahagiaan. Tambahlah saldo di rekening kebahagiaan dengan cara menuliskan minimal 3 pengalaman positif yang membuat kita bersyukur setiap harinya. Misal, 1. Aku senang karena bangun pagi sehingga bisa masuk kerja tepat waktu, 2. Aku seneng banget karena bisa nemuin menu baru untuk sarapan. Kemudian tentukan batas waktunya sebagai waktu uji coba, boleh seminggu atau sesuai kesepakatan. Akhiri dengan doa syukur dan jangan lupa berterimakasih terhadap hati dan pikiran kita yang mampu menangkap momen syukur tersebut.
Latihan ini mampu menjadikan individu lebih peka pada perasaan dan perilaku positif yang ada di sekitar. Dengan kepekaan, individu lebih mampu merasakan dan memaknai anugerah dari hal-hal sederhana yang biasa terlewatkan setiap harinya9. Latihan ini juga sangat bisa dipraktekkan oleh pasangan. Hal ini dikarenakan momen saat pasangan bersyukur itu mampu menjadi penggerak atau booster shot untuk keberlangsungan suatu hubungan dan menstimulasi munculnya perilaku romantis10. Pasangan yang mensyukuri pernikahannya cenderung lebih banyak mengapresiasi dibandingkan menuntut dan membanding-bandingkan pasangannya.
Selain pengalaman, orang lain adalah guru terbaik. Tanyalah kepada orang yang kita anggap lebih bahagia dibanding yang lainnya, apa yang membuatnya bahagia? Tips bahagia sederhana lainnya adalah senyum, tersenyumlah. Tersenyumlah di depan kaca, tersenyumlah saat bertemu orang atau kapanpun saat kita ingin tersenyum. That’s all. Selamat membangun sistem syukur di jiwa dan selamat menemui kebahagiaan. ;)

Muara Beliti, 15 Maret 2015



  1. Seligman, MEP. 2004. Positive interventions: more evidence of effectiveness. Authentic Happiness Newsletter, September 2004. www.authentichappiness.org/news/news10.html.
  2.  Gentry, W. Doyle.2008. Happiness for Dummies.Indianapolis. Wiley Publishing, Inc. 
  3. Tkach, Chris & Lyubomirsky, Sonja. 2006. How do people pursue happiness?: relating Personality, happiness-increasing strategies, And well-being. Journal of Happiness Studies.7:183–225) 
  4. Emmons, R.A., & McCullough, M.E. 2003. Counting blessing versus burdens : an experimental intestigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of personality and Social Psychology, 84 (2). 377-389. 
  5. Emmons, idem 
  6. McCullough, M.E., Emmons, R.A. & Tsang, J-A.(2002). The grateful disposition: A conceptual and empirical topography. Journal of Personality and Social Psychology, 82(1), 112–127. 
  7. Zahn R, Garrido G, Moll J, & Grafman J (2013). Individual differences in posterior cortical volume correlate with proneness to pride and gratitude. Social Cognitive and Affective Neuroscience PMID: 24106333
  8. Emmons, R. A., 2007. Thanks! How the New Science of Gratitude can make you Happier. Houghton Mifflin Company. Boston. New York
  9.  Walsh, Roger. 1995. Essential Spirituality ; Exercise from the world’s religions to cultivate kindness, love, joy, peace, vision, wisdom and generosity. Canada : JW Willey
  10. Algoe, S. B., Gable, S. L &Maisel, N. C (2010). It's the little things : Everyday gratitude as a booster shot for romantic relationship. personal  Relationship 17, Journal Of The Association For Relationship Research. IARR. 217-233

2 komentar:


  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Dunia Psikolog, menurut saya bidang studi Psikologi merupakan bidang studi yang sangat menarik
    juga banyak hal yang bisa dipelajari di dunia Psikologi.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis
    mengenai bidang Psikologi yang bisa anda kunjungi link ini, selamat berbagi :)

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas perhatiannya, mb adeline. Semoga ilmu yg kami berikan bermanfaat ya :)
    Nanti kami akan berkunjung ke link tsb.

    BalasHapus